Penyebab Motor Tambah Boros dan Solusinya

4 min read

penyebab motor tambah boros

Motor merupakan salah satu kendaraan yang diandalkan di zaman sekarang. Bukan hanya di perkotaan saja tapi juga di pedesaan. Harga belinya yang cukup terjangkau menjadi salah satu alasan mengapa motor ini banyak diminati.

Nah, membeli motor sendiri memang menjadi satu kesenangan bagi pemiliknya, apalagi dengan kondisinya yang baru dan segala performa yang diberikan. Tapi seiring berjalannya waktu motor akan terserang penyakit salah satunya mesin yang tambah rewel dan mulai boros bahan bakar.

Sebagai pemilik sepeda motor tentu masalah ini akan membuat kita geleng-geleng kepala karena harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli bensin. Nah, apa saja sih penyebab motor tambah boros? Sobat oto bisa simak penjelasannya di bawah ini.

Ada beberapa penyebab yang membuat motor menjadi tambah boros dalam konsumsi bahan bakar. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada motor milik anda bukan? Oleh karena itu, ada baiknya anda mengenali penyebab-penyebabnya. Berikut adalah beberapa penyebab motor tambah boros dari hal yang sepele dan terabaikan hingga hal yang memerlukan penanganan serius:

penyebab motor bertambah boros dan cara mengatasinya

Lihat juga:

 

  1. Tekanan Angin pada Ban Kurang

Jangan berfikir terlalu jauh terlebih dahulu. Hal pertama yang menyebabkan motor menjadi boros adalah tekanan angin pada ban yang kurang. Hal yang sepele bukan? Tapi sering terabaikan.

Kondisi ban yang kekurangan angin atau kempes membuat kendaraan menjadi lebih berat. Dalam kondisi seperti ini mesin memerlukan tarikan atau tenaga yang lebih besar dan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak.

Maka solusinya sebelum berkendara pastikan kondisi ban motor anda telah terisi angin dengan tekanan yang ideal.

  1. Rantai Kendur

Rantai yang kendur membuat tarikan mesin ke roda menjadi lebih berat. Hasilnya, dengan proses kerja yang lebih banyak mesin memerlukan tenaga lebih. Hal ini berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar. Semakin besar tenaga yang dikeluarkan maka semakin besar pula bahan bakar yang dihabiskan.

Oleh karena itu, motor menjadi lebih boros. Untuk mengatasi hal ini solusinya dengan mengatur kembali kekancangan rantai motor. Anda bisa melakukannya di rumah dengan obeng dan kunci pas atau jika tidak mau repot anda bisa membawanya ke bengkel.

  1. Tutup Tangki Tidak Rapat

Perlu diketahui kembali bahwa bensin merupakan zat cair yang mudah menguap di tempat terbuka. Sehingga jika tangki tidak ditutup secara rapat maka bensin bisa menguap dan terbuang sia-sia. Oleh karena itu, pastikan tangki bahan bakar telah ditutup secara rapat.

Namun, ada satu masalah lagi yang ada pada tutup tangki bensin ini. Seperti yang diketahui bahwa ada lubang kecil pada tutup bensin yang berfungsi sebagai ventilasi udara sehingga bensin bisa mengalir. Di dalamnya ada katup yang mengatur sirkulasi udara. Jika mekanisme katup ini rusak maka bensin akan menguap keluar dan terbuang sia-sia.

Maka solusinya anda perlu menggantinya dengan yang baru.

  1. Kebersihan Motor yang Tidak Dirawat

Kebersihan motor ternyata ada kaitannya dengan efisiensi penggunaan bahan bakar. Motor yang jarang dibersihkan akan menimbulkan kerak pada bagian as roda. Selain itu, debu atau kotoran juga bisa menempel dibagian tromol dan kampas rem. Akibatnya laju motor menjadi lebih berat. Sehingga, memerlukan tenaga dan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak.

Oleh karena itu, solusinya penting untuk menjaga kebersihan motor dengan mencucinya secara rutin.

  1. Membawa beban berlebih

Beban yang berlebih membuat motor harus mengeluarkan tenaga yang ekstra. Dengan demikian, konsumsi bahan bakar pun akan lebih banyak. Maka usahakan agar tidak membawa beban melebihi kapasitas. Idealnya tidak lebih dari 120 Kg, termasuk dengan pengendara dan penumpang.

  1. Setelan Rem Terlalu Rapat

Setelan rem yang terlalu rapat sama halnya dengan kondisi rem yang tersendat karena debu atau kotoran. Kanvas akan menggesek piringan atau drum tromol sehingga laju motor menjadi lebih berat. Tentu pada situasi ini, mesin akan bekerja dengan tenaga lebih sehingga memerlukan konsumsi bahan bakar yang banyak.

Solusi untuk masalah ini, anda perlu memperbaiki setelan rem yang terlalu rapat tersebut.

  1. Teknik Gas-Rem yang Tidak Benar Saat Mengendarai

Memainkan gas saat berkendara merupakan salah satu pemborosan bahan bakar. Selain itu, melakukan pengereman secara mendadak juga dapat membuat bahan bakar terbuang secara percuma.

Maka usahakan saat berkendara, lakukanlah gas dan rem dengan perlahan.

  1. Setelan Karburator Tidak Pas

Umumnya, penyebab motor tambah boros karena adanya masalah pada karburator. Mengingat karburator adalah komponen yang berfungsi untuk menyuplai bahan bakar. Masalahnya, seperti setelan karburator yang kurang pas.

Setelan karburator yang kurang pas akan berpengaruh dalam besar kecilnya suplai bahan bakar. Maka solusinya anda harus tahu cara menyetel karburator yang benar. Dengan demikian motor bisa menjadi lebih irit dan tetap bertenaga.

Lihat juga:

  1. Pilot Jet Rusak

Salah satu komponen penting yang ada pada karburator adalah pilot jet. Komponen ini berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar sesuai dengan kecepatannya dari putaran rendah (idle) hingga putaran menengah.

Jika pilot jet rusak atau istilahnya jebol maka suplai bahan bakar menjadi tidak teratur. Kerusakan seperti ini ditandai dengan adanya bau bensin pada gas buang yang dikeluarkan oleh knalpot. Apa artinya? Itu artinya campuran bensin terlalu banyak. Sehingga saat proses pembakaran tidak habis terbakar dan akhirnya bensin ikut terbuang keluar melalui knalpot.

Maka solusinya anda harus menggantinya dengan yang baru dan perhatikan juga saat memasangnya pastikan sesuai sehingga setelan karburator menjadi pas.

  1. Selang Bahan Bakar Bocor atau Rusak

Meski letak selang bahan bakar berada di dalam tapi tetap saja kerusakan bisa terjadi. Terutama karena faktor lamanya masa pakai. Misalnya seperti retak atau getas sehingga banyak bensin yang terbuang.

Solusinya, anda perlu mengganti selang bahan bakar dengan yang baru. Walaupun kondisinya dirasa masih bagus atau bisa ditambal ada baiknya anda menggantinya. Hal ini karena dalam waktu pendek kerusakan juga bisa terjadi lagi. Selain itu, selang bahan bakar yang bocor juga bisa menyangkut keselamatan pengendara.

  1. Busi Sudah Tidak Layak Pakai

Busi merupakan salah satu komponen yang ada pada sistem pengapian. Keberadaannya berperan penting dalam keberhasilan proses pembakaran. Oleh karena itu, jika busi sudah bermasalah, seperti percikan apinya yang mulai melemah. Maka proses pembakaran yang terjadi tidak akan berhasil mencapai puncak.

Sehingga, daya gerak yang dihasilkannya loyo atau tidak bertenaga. Pada kondisi seperti ini pengendara akan menarik tuas gas lebih kencang agar kendaraannya bisa melaju lebih cepat dan membuat mesin mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak.

Itulah yang membuat motor menjadi tambah boros. Nah solusinya anda perlu mengganti busi dengan yang baru atau jika masih layak pakai anda tinggal membersihkannya saja dari kerak yang menempel.

  1. Saringan Udara (air filter) Kotor

Saringan udara atau air filter yang kotor sangat berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar. Hal ini karena udara yang masuk akan terhambat oleh kotoran yang menumpuk. Akhirnya proses pembakaran menjadi tidak sempurna.

Solusinya tentu dengan membersihkannya. Namun, jika filter sudah rusak maka mau tidak mau filter tersebut harus diganti.

  1. Kerak Karbon yang Menumpuk

Adanya kerak karbon merupakan limbah dari proses pembakaran. Kerak ini biasanya menempel pada bagian permukaan katup. Sehingga, sirkulasi bahan bakar yang masuk tidak maksimal. Kerak tersebut akan mengganjal dan memberi cela pada bahan bakar untuk masuk ke ruang bakar.

Hal inilah yang membuat bahan bakar masuk terlalu banyak dan membuat motor menjadi tambah boros. Untuk mengatasi masalah ini ada beberapa solusi, seperti melakukan isi ulang bensin dengan pertamax 92 atau bisa juga membersihkannya menggunakan cairan saat melakukan servis rutin di bengkel.

  1. Efek Bore Up Mesin

Bagi sebagian orang yang menginginkan motornya lebih cepat tentu teknik bore up menjadi solusinya. Tindakan ini memang mampu meningkatkan kecepatan motor karena diameter mesin dirubah menjadi lebih besar. Tapi konsekuensinya motor menjadi lebih boros.

Jika sudah demikian untuk mengembalikannya maka perlu upgrade mesin atau ganti mesin. Hal ini perlu penanganan yang serius karena mesin yang sudah di-bore up tidak bisa dikembalikan seperti semula lagi.

 

Referensi:

  • https://bit.ly/2RaTwR4
  • https://bit.ly/2L8rcLm
  • https://bit.ly/2r2kKid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *